umur 29 ayat 2

Tahun 2020.

Ga kerasa sekarang udah bulan September aja, selama ini gue pikir masih bulan Maret. Tapi rasanya masih bulan Januari, sedangkan isi kepala ketinggalan di tahun 2019.

Bingung? Ga usah dipikir, semua kejadian di 2020 kacaunya bukan main.

Saking kacaunya tahun ini, gue sekarang minum obat-obatan buat ngatasin kecemasan di kepala yang bikin jantung gue berdebar-debar lebih cepat. Kalo gegara lihat muka Kim Soo-hyun sih mending, lah ini gara-gara ngelihatin orang gelundungan di jalanan ga ngikutin protokol kesehatan.

Biarin dah jerawat pada bikin kontrakan di dagu gara-gara keseringan atau kelamaan pake masker. Masih bisa diakalin pake cream wajah atau diolesin baby oil juga mulus lagi.

Asli, tahun 2020 ini rasanya gue ga ngapai-ngapain dan terus tiba-tiba gue harus terima kalo sekarang gue udah 30 tahun gitu? Tidak, Ferguso. Aku tidak akan dengan mudah menerimanya. Tapi mungkin, aku akan menerimanya lebih mudah kalo ada mas-mas ganteng nawarin cream anti aging sekaligus jadi imam yang baik buat aku dan anak-anak ku kelak.

*eh?

Cream anti aging sesungguhnya adalah kebahagian ngelihat muka Kim So-hyun dan Gong Yoo senyum manis di layar hape.

*eehh??

***

Penulis blog ini sedang dalam masa penyangkalan bahwa dirinya sudah kepala 3 dan mungkin dalam pengaruh obat untuk mengatasi kecemasannya.

Lebaran is Coming, So Does The “Question”.

Bentar lagi lebaran.

Oh hi, hello. Apa kabar, kamu? Iya, kamu yang didepan layar dari entah device apa yang kamu pake buat baca postingan ini. Semoga hari kamu luar biasaaaaa.

Lebaran itu identik dengan-

Opor ayam

-identik dengan-

Baju baru

-identik de-

Oh! Oh! Uang dalam amplop!

Al, bukannya harusnya kamu diborgol disuatu sudut dunia?

Sorry, Master. Itu ga berlaku buat Al, soalnya Al kan- wait, jadi menurut Master Al itu setan?

Terkadang kamu bisa jadi setan yang bikin gue keliling kota 2-3 kali sebelum ke tempat potong rambut. Itu satu-satunya alasan kenapa rambut gue panjang, karena gue males ke salon. Bukan garena gue tertarik punya rambut panjang. Dari jaman gue kecil sampe gue SD kelas 5, gue selalu punya rambut pendek persis sama potongan abang gue. Gue males ke salon karena tukang cukurnya selalu banyak ngomong and/or nanya. Entah percaya atau ga, gue itu waktu kecil pemalu banget dan ga banyak ngomong. Lebih suka denger orang cerita daripada bagi cerita ke banyak orang. Wait, fokus postingan ini melenceng.

Jadi begini, bentar lagi lebaran yang dimana bagi orang Indonesia identik dengan mudik atau pulang kampung. Bagi yang ga tahu arti kata mudik, sebenarnya mudik singkatan dari “mulih” dan “dhilik” dua buah kata dari basa Jawa yang artinya pulang sebentar.

Buat gue pemudik itu orang-orang yang luar biasa, lihat aja perjuangan mereka yang pergi berjam-jam bahkan ada yang sampai berhari-hari di jalan buat kumpul bareng keluarga, tapi kadang gue suka sedih ngelihat pemudik yang bawa motor dan bawa anak kecil (terutama para balita dan bayi). Gue ngerti itu lebih murah dan mungkin lebih praktis karena ga usah pindah bus/kereta/kapal/pesawat berkali-kali, tapi gimana dengan keamanan, kenyamanan, dan kesehatan si anak? Punya keponakan yang masih balita bikin gue makin menye-menye.

Mudik juga berarti saatnya interview dari ibu, bapak, embah, oom, tante, pakdhe, budhe, tetangga, ibu warung sebelah yang pernah lo utangin, dan tukang parkir dari tempat tongkrongan yang dulu sering lo tongkrongin. Kata interview disini adalah pertanyaan-pertanyaan mengenai kehidupan pribadi lo seperti, kabarnya gimana? Kerja dimana sekarang? Pacarnya mana? Kapan mau nikah? Kapan mau punya momongan (lagi)? Kapan mau move on?

Dari beberapa pertanyaan yang mungkin ditanyakan, gue udah punya beberapa jawaban buat itu. Gue salah satu dari banyak orang yang misalnya mau ngobrol sama orang lain, gue udah nyiapin pertanyaan dan jawaban dari situasi A sampai Z. Contoh:

Interviewer (I): Pacarnya mana, mbak?
Me (M): Lagi jauh.
I: Oh, LDR-an ya?
M: Iya, long distance.
I: Terus, pacarnya dimana sekarang?
M: Di masa depan. *menatap jauh ke horizon* *nangis di pojokan*

Contoh kedua:

Interviewer (I): Temen-temen kamu udah nikah, kamu kapan nyusul?
Me (M): Jodoh itu udah ditetapin Allah, jadi soal kapan nyus-
I: Iya, tapi itu loh udah ada yang punya momong-
M: Temen-temen situ udah banyak yang mati, situ ga nyusul?
I: ...
M: Maafkan ucapan saya, saya akan segera merangkak kebawah batu dan 
menggencet diri saya sendiri.

Contoh kedua adalah contoh yang sangat sangat untuk tidak ditiru. Contoh ketiga:

Interviewer (I): Ini kakaknya ga mau dibikinin adek?
Me (M): Biar nunggu XX-tahun dulu.
I: Kasihan kalo jaraknya kejauhan, nanti berantem terus. Udah gitu-
M: Situ istrinya ga mau nambah lagi?
*dilirik tajam istri interviewer* 
M: Permisi, mau ganti popok anak dulu.

Contoh ketiga juga kurang baik ditiru, karena bisa menggoyahkan rumah tangga orang lain meskipun tanpa jadi orang ketiga.

Jadi, siapkah Anda mudik tahun ini?

P.S.
Mungkin ga sempet ucapin ini di hari-H Idul Fitri jadi mau sekarang saya dan Al Red mau ucapin,

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1438 H

Mohon maaf lahir dan batin.

50:50

I wanted to see you today.

I’m glad I didn’t see you. I don’t want to see your face.

I feel delighted hearing your name mentioned.

It is feels like a curse, when your name mentioned they open up a bad memories.

I missed you.

I’m done with you.

I hope you’re living a happy life.

Did you see how was I’m doing with my life?

You changed me.

I was a ruin, my mind ruined, my heart was a mess. Because of you.

Did I ever cross your mind ever since?

Do you think I don’t have a right to shout out that I’m hurt because I hurt you first? You leave me. The person who made me felt that I had a meaning in someone else’s life for the first time. I was like this leaf floating on river, following where the stream goes like ant other leaves, but now I want to swim back across the stream to the place where I can be happy. I could have stay floating and find a mild happiness, but I want that same happy feeling, a genuine happy feeling, that would last with me years after years in bad situation. I’m a fool for looking back, unaware of my surrounding. I had a grip on a new genuine happiness, but I didn’t grasp it tightly.

I’m a fool.

I’m sorry to the present.

Humanity (?)

Have you ever question humanity?

I remember a quote or a question from a Leonardo DiCaprio movie, Black Diamod. Very interesting movie. He play as as Dannie Archer in the movie.

Danny Archer: Sometimes I wonder… will God ever forgive us for what we’ve done to each other?

There is another line after that question, but I’ll leave it at that and let anyone who are an internet jumper who jumped at a misfortune and deserted in this blog answer it.