I’m Dewi(konyol)licious

Hola Hola Hola. This is second posts for today. I like it. Itung-itung bayar utang postingan minggu-minggu kemaren. Sebenernya banyak banget yang bisa gue tulis. I hate to miss it. Bukan karena gue gag ada duit buat ke warnet *ahh .. blogger miskin* tapi ya kemaren gue bener-bener sibuk kesana kemari.

 

Kalo ada yang ngelompokin jenis mahasiswa, mungkin gue termasuk mahasiswa setengah males. Gue jarang banget nyatet kalo ada dosen yang ngasih catetan kecuali buat mata kuliah TEORI ADMINISTRASI PUBLIK. Si “Bondan Winarno” yang pernah gue ceritain di posting sebelumnya, selalu setia bacain catetan jadulnya dari buku agenda yang gue yakin umurnya lebih tua dari gue. Tapi ada juga dosen yang gag peduli mahasiswanya mau nyatet atau gag materi yang di sampein. Ini jenis dosen yang bikin imajinasi liar gue berkeliaran kemana-mana waktu kuliah.

 

Kebetulan dosen yang satu ini ngajar Metode Penelitian Sosial *terima kasih inspirasinya pak untuk posting kali ini*. Seperti biasa, gue dilanda kebosanan maha dahsyat waktu ikut kuliah bapak yang satu ini bahkan gue hampir tidur, tapi terus samar-samar gue denger dia bilang,”..cara mendapat sumber data tidak hanya dari media buku atau pun Internet tetapi kita dapat langsung terjun ke lapangan, wawancara dan survey nla bla bla bla..”. Ting! *gambar lilin muncul dibelakang kepala.maaf gag bisa nyalain lampu, lagi dapet giliran pemadaman*. Gue bikini survey kecil-kecilan tentang gue *ehm..anak SMA banget ya* ke beberapa temen gue. Hasilnya :

yang asli udah ilang.gw bikin baru ni.gag keliatan ya

Dan ini pembelaan gue :

Gag ada ekspresi, muka datar, anyep, “plain as paper”. Seperti pepatah bilang, “kuman di seberang lautan tampak, tapi gajah di pelupuk mata tak tampak”. Yang artinya, mata lo semua pada jereng ya?

muka kayak gini kalian bilang gag da ekspresi??

Tapi akhirnya gue terima pendapat mereka setelah gue ngeliat foto yang ini :

najis.bukan tanpa ekspresi lagi tp serem abis.

Tukang bolos. Maaf yang mulia, tidak ada pengacara yang membela saya. Jadi saya menerima dakwaan tersebut. Karena dakwaan tersebut memang benar adanya. *berjalan meninggalkan bilik saksi, tp kemudian berhenti karena teringat sesuatu* Eh, ada pembelaan. Ini semua salah kasur yang begitu empuk, selimut yang begitu hangat, AC yang menyala 24 jam yang terus merayu saya Yang Mulia. Sekian pembelaan saya. *tertawa menyindir pada kasur dan yang punya kosan* Hahahaha

 

Diem mulu. Ada beberapa kemungkinan kenapa gue diem. Mungkin gue emang lagi gag mood ngomong, mungkin gue lagi sakit gigi, lagi mikir, lagi sok cool, lagi ngelamun, lagi maen imajinasi gue yang liar atau mungkin gue lagi ngehemat napas dan tenaga buat persiapan jalan ke kosan yang ampuuunnn rasanya kayak neraka buka franchise di Semarang. PANAS.

 

Thanks buat describe dari temen-temen. Gue cuma bisa bilang hey, this is me. I’m just an extraordinary girl with the wild imagination. A dreamer. Miss I have a thousands mind in my head. I’m dewi(konyol)licious.

I’m off guys. Keep your head and our earth cool.

Eat you later 😀

Iklan

One thought on “I’m Dewi(konyol)licious

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s