Sang Mantan, Pergi Pergi. Huuusshh!

Dan dia kembali lagi. Sang mantan menyebalkan, Insomnia. Blame ****. Gara-gara event kemaren, gue jadi tidur diatas jam 12 malem. Kemana saat-saat indah tidur jam 10 itu pergi? Kemana? Secepat itukah kau tinggalkan daku? Ahh .. jangan tinggalkan aku, ku mohon kepada mu, tak sanggup diri ini berpisah dengan mu kasiiihh .. Terima kasih atas perhatian bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian, maaf telah mengganggu perjalanan Anda, semoga Anda selamat sampai tujuan. Ting Ting Ting Ting.

Gara-gara insomnia, gue jadi suka brainstorming tengah malem. Banyak banget ide-ide dan beberapa memori-memori yang tiba-tiba muncul. Tapi sayang, sampai sekarang memori dari beberapa barang gue yang ilang belom muncul-muncul. Eh, ngomong-ngomong barang ilang, underwear gue tiba-tiba ilang satu per satu lho. Hmmm.

Ini salah satu hasil brainstorming gue beberapa hari yang lalu, sempet gue tulis di note di facebook page gue. Tulisan gue yang ini bikin gue ngerasa sedikit … tua.

Gue tumbuh. Umur gue bertambah setiap detiknya.

Gue ngerasa ada yang beda setiap detiknya. Apa yang gue pikirin sekarang, tiba-tiba berubah 5 detik kemudian. Contohnya seperti ini : Dulu, gue selalu percaya sama teori-teori yang orang-orang bilang. Teori hidup, cinta, sahabat. Namun lama kelamaan gue sadar, teori-teori itu cuma omong kosong, teori kampret. Orang bijak bisa berkata bijak dari apa yang dia alami dan dia rasain. Buat gue, hidup itu bertindak. Bukan bicara.

Apa gue berpikir terlalu jauh? Padahal umur gue baru 19 tahun. Dengan tegas gue bilang, ENGGAK. Siapa puntermasuk teman-teman yang membaca tulisan gue berhak untuk satu langkah ke depan dari teman-teman kalian yang lain.

Manusia akan dewasa pada waktunya” Itu pasti. Tapi ‘waktunya” itu kapan? 1 bulan? 2, 3, 4 bulan? 1 tahun lagi? Atau jangan-jangan “waktunya” itu udah lewat? Sadarkah kita, kata-kata itu hanya alasan kita untuk menunda. Untuk apa kita menunda? Dewasa bukan berarti kita tak bisa lagi bersenang-senang. Sesekali lihatlah ayah dan ibu kitaketika mereka berkumpul bersama teman-temannya. Mereka masih bisa tertawa bersama-sama. Bersenang-senang menikmati hidup dengan cara mereka sendiri.

gue cuma blogger biasa yang terperangkap di Kamar Kosong”

Tahu apa yang gue lakuin setelah nulis itu? Gue shock, kena serangan jantung dan begitu sadar gue denger sayup-sayup suara orang baca surat Yaasin. Oh ga, gue belom mati. Kaki gue masih nginjek tempat tidur. Ternyata pengajian di radio -yang ga sengaja gue nyalain- gue udah nyampe surat Yaasin. Tapi gue agak curiga sama gado-gado yang nyokap gue kasih, jangan-jangan ada narkoba atau shabu-shabu yang nyampur di saus kacangnya atau di samarin jadi lontongnya.

***

Silver line dari posting kali ini ada 2. Pertama, tidur pagi-pagi baik untuk penuaan. Kedua, sebelum makan gado-gado pastiin kalo ga ada “barang-barang” yang nyamar di makanan lo.

Remember this, “You don’t stop laughing, because you grow old.You grow old, because you you stop laughing.”

Iklan

2 thoughts on “Sang Mantan, Pergi Pergi. Huuusshh!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s