Analisis Hubungan “Broken Heart” dengan Lagu Dangdut

Bulan Februari adalah bulan penuh cinta. Banyak warna-warna pink bertebaran di sudut-sudut mall dan meningkatnya jumlah lemak di tubuh wanita akibat terlalu banyak makan coklat valentine. Dua kalimat sebelumnya sebenarnya tidak mempunyai korelasi dengan analisis yang akan saya jabarkan nanti. Itu dikarenakan saya tidak mengerti kata pembuka apa yang harus saya gunakan. You know I laah. Oke, sekarang pendahuluan beneran. Iya setelah kata ini. Iya, yang ini. Bukan yang barusan, tapi ini lho. Yang ini. Ini.

Kata cinta sudah tidak asing lagi kita dengar di telinga kita. Apa? Anda belum pernah dengar? SADIS. Hidup Anda ngapain aja selama ini? Oh, diculik aliens, di drop di kutub selatan sendirian, di suruh kerja rodi bikin sumur, karena ga bisa terus di lempar keluar angkasa kesedot blackhole dan nyampe blog saya? Dua kalimat untuk Anda. Pertama, kasihan sekali hidup Anda. Kedua, saya tidak mengerti sama sekali apa korelasi antara blackhole dan blog saya. Terima kasih.

Seperti pada kalimat pertama paragraph di atas, cinta tidak asing lagi di telinga kita bahkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Banyak sekali cinta yang bisa kita temui dalam kehidupan kita. Misalnya, di pojokan taman antara banci taman lawang dengan pelanggannya, di bawah pohon rindang antara pacar seseorang dengan pacar orang lain, dan di lapak-lapak pinggir jalan di Cihampelas dan di Malioboro. I Love Bandung dan I Love Jogja!! Ayo ayo neng, mbak, 50ribu 3, 50 ribu 3!! Penglaris-penglaris!!

Cinta itu rasanya macem-macem, boleh dibilang kayak permen Nona-Nona. Manis ada, asin ada, dan asem kalo pacar Anda belum mandi seusai Romusha bikin benteng di desa sebelah. Seneng-seneng lah intinya. Tapi ada saatnya juga cinta itu bikin kita ngabisin banyak tissue, muka jadi jelek dan mewek-mewek di bawah bantal. Keadaan tersebut biasanya terjadi karena suatu keadaan yang disebut dengan patah hati atau anak gaul sekarang menyebutnya dengan “broken heart” yang arti sebenarnya adalah jantung rusak. Penyebabnya tidak pernah tetap karena situasi yang dialami setiap orang berbeda-beda, tapi intinya adalah kekecewaan yang terlalu mendalam terhadap pasangan.

Akibat dari keadaan “broken heart” ini juga berbeda-beda bagi setiap orang. Ada beberapa orang yang setelah keadaan “broken heart”, lebih memilih untuk menangis, teriak-teriak ga jelas dan memecahkan beberapa barang-barang. Ketika keaadan “broken heart” ini menimpa Anda, jauhkan diri Anda dari barang-barang kredit Anda yang belum Anda lunasi dan juga jauhkan kartu kredit dari pandangan Anda. Mengapa? Karena impact dari keadaan “broken heart” dengan barang-barang kredit yang belum lunas dan kartu kredit adalah sebagai berikut.

  • Anda akan mengalami kerugian dan rasa sakit hati yang bertambah. Ini dikarenakan Anda memecahkan barang kredit yang masih perlu Anda cicil. Padahal Anda belum sempat memaksimalkan penggunaannya dengan baik. Udah rusak, masih nyicil. Maka dari itu saya sarankan, dekatkan diri Anda dengan barang plastik yang sudah lunas cicilannya ketika Anda berada dalam keadaan “broken heart”.
  • Anda akan terus berpikir daripada Anda diam dirumah, capek nangis terus mungkin lebih baik Anda berjalan-jalan keluar rumah, entah itu ke pasar, cafee, restaurant atau mall-mall terdekat. Dari sini, Anda akan berusaha sekuat mungkin untuk melupakan kenangan tentang pacar Anda, atau hanya sekedar mengalihkan pikiran Anda. Satu-satunya cara untuk mengalihkan pikiran Anda adalah dengan berbelanja. Tanpa sadar, pengalihan pikiran Anda dari memikirkan rasa sakit hati karena putus atau dikecewakan pacar Anda menjadi berubah ke bagaimana cara membayar tagihan kartu kredit Anda. Untuk kali ini, saya tidak bisa memeberikan saran apapun. Tapi saya akan memberikan kalimat ini : HAHAHAHA! Mampus LO!!

Kemudian daripada itu, untuk membentuk suatu pengaruh dari “broken heart” tidak hanya itu. Pengaruhnya sampai dengan berkurangnya kemampuan panca indera Anda. Terutama indera pendengaran Anda. Pernah ada suatu kasus, ada orang yang tengah mengalami keadaan “broken heart” ini dengan alasan yang belum jelas. Setiap aliran lagu yang dia dengar, dia selalu merasa ada tambahan kata “dut” di belakang aliran lagunya. Contohnya : Pop menjadi Popdut, Rock menjadi Rockdut, Underground Alternatif menjadi Underground Alternatifdut, dst. Musik dangdut menjadi lagu yang dielu-elukannya setiap hari. Terutama beberapa lagu seperti, Anggur Merah dan Alun-Alun Nganjuk. Saran saya untuk orang yang mengalami “broken heart” dan sudah sampai pada tahap ini, pindah lah ke Majalengka atau Garut. Karena Majalengka dan Garut adalah sumber dari segala macam musik dangdut terbaik di Indonesia dan dengan goyang panturanya.

Demikian analisis saya mengenai hubungan antara “broken heart” dengan lagu dangdut. Besar harapan saya tulisan ini nantinya akan berpengaruh besar terhadap industri musik di Indonesia terutama untuk musik dangdut. Semoga juga kepada “the heart breaker” yang membaca tulisan saya ini mengetahui dampak dari perbuatan mereka. Tiup lilinnya dan hidup musik dangdut! Jaya lah dangdut Indonesia. Sekian dan terima kasih.

Untuk teman-teman yang ingin sedang mengalami kondisi “broken heart” saya sarankan untuk mendownload lagu-lagu yang telah saya sebutkan diatas, disini. Eh maaf, yang benar disini. Bukan disitu, tapi disini. Iya, disini.

Iklan

6 thoughts on “Analisis Hubungan “Broken Heart” dengan Lagu Dangdut

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s