“Cermin Ajaib” dari Belanda dan Gue Mau ke Belanda..

Hari ini gue gila-gilaan ngenet. Udah 5 jam gue ga berhenti ngenet. Rencananya cuman pengen upload foto doang di facebook. Eh malah keterusan. By the way, kalo di itung-itung gue udah 2 minggu lebih yaa ga posting. Benar-benar, midtest bisa mengalihkan dunia gue. Anehnya ada efek midtest yang bikin dompet gue minta di adopsi sama Abu Rizal Bakrie, abis midtest gue jadi banyak pengen. Pengen jalan, banyak makan, beli rubik baru, dan beli kamera lomo. Kamera lomo. Gue mupeng banget pengen beli kamera Lomo, sebenernya juga pengen SLR tapi gue tau dimana kemampuan dompet gue. Lirik dompet, “Jangan tertawa secepat itu, Pet”.  Gue suka potret memotret, tapi sayang selama ini gue cuma bisa motret pake kamera hape atau ga kamera digital. Gue pengen banget motret object yang hasilnya tergantung sama mata gue dan kamera gue. Gue udah tertarik sama dunia kamera sejak gue SMP. Foto itu sama kayak cermin, cermin ajaib. Sialnya foto ga bisa gerak . Kalo cermin mah ngikutin gue mulu.

Ehmm, ngomong-ngomong soal kamera dan fotografi, kalian tau ga fotografi praktis ditemuin sama Louis Jacques Mande Daguerre di tahun 1830-an (lagi sok pinter ini ceritanya). Daguerre lahir tahun 1787 di kota Cormeilles di Perancis Utara. Waktu muda dia itu seniman. Pertengahan tiga puluhan dia merancang “diograma”, barisan lukisan pemandangan yang mempesona bagusnya, dipertunjukkan dengan bantuan efek cahaya. Sementara dia menggarap pekerjaan itu, dia menjadi tertarik dengan pengembangan suatu mekanisme untuk secara otomatis melukiskan kembali pemandangan yang ada di dunia tanpa menggunakan kwas atau cat. Dengan kata lain: kamera! Dahsyat mamen, gue pas seumuran dia mungkin paling banter nemu duit di saku belakang gue yang padahal gue tahu itu duit gue sendiri.

Tingkat pertama perancangan alat kamera yang bisa berfungsi tidak berhasil. Di tahun 1827 dia ketemu Joseph Nicephore Niepce yang juga sedang mencoba (dan sejauh itu lebih sukses) menciptakan kamera. Dua tahun kemudian mereka menjadi kongsi. Di tahun 1833 Niepce meninggal, tetapi Daguerre tetap tekun meneruskan percobaannya. Menjelang tahun 1837 dia sudah berhasil mengembangkan sebuah sistem praktis fotografi yang disebutnya “daguerreotype.”

Tahun 1839 Daguerre memberitahu publik secara terbuka tanpa mempatenkannya. Sebagai imbalan, pemerintah Perancis menghadiahkan pensiun seumur hidup kepada baik Daguerre maupun anak Niepce. Pengumuman penemuan Daguerre menimbulkan kegemparan penduduk. Daguerre merupakan seorang pahlawan saat itu, ditaburi rupa-rupa penghormatan, sementara metode “daguerreotype” dengan cepat berkembang menjadi hal yang digunakan oleh umum. Daguerre sendiri segera pensiun. Dia meninggal tahun 1851 di kota asalnya dekat Paris.

Memang benar, fotografi yang kita kenal sekarang jauh berbeda dengan sistem Daguerre, tetapi walaupun misalnya tidak ada penyempurnaan apa pun, toh apa yang dibuat Daguerre sudah dapat dimanfaatkan.

si Daeguerre, agak serem

kameranya

hasil kameranya, mirip kalo di edit pake Photoscape atau pake Lomo kan?

Thanks Daguerre, karena lo sekarang gue bisa liat muka temen-temen gue kalo lagi jauhan gini. You are my hero. Marry Me?

Bayangin kalo ga ada Daguerre, mau upload apaan coba di Facebook? Eh mungkin malah, Facebook isinya cuman tulisan doang.

***

Belanda, Belanda, Belanda. Belanda terngiang-ngiang di otak gue selama 3 jam ini. Gara-gara gue abis blog walking dan nemu situs ini. Mupeng abiss gue. Well, sebenernya posting ini adalah posting terselubung. Gue posting ini karena gue ikutan lomba. Lumayan kan bisa ke Belanda, belajar di sana, paling ga sedikit belajar dari mereka, belajar dari pemikiran mereka,sinergi antara alam dan teknologi.

Misi penting yang gue bawa ke Belanda adalah, mempopulerkan kembali tari Jaipong di kancah international. Wish me luck!

*gue janji kalo gue beneran dikirim ke Belanda, gue bakalan tari Jaipong dan gue upload fotonya disini. Dengan kamera, *bukan kameranya Daeguerre.

See you soon guys! :p

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s