Big Bang Theory

Ssstttt! Aku punya temaan, teman sepermainan dia… eh kelepasan, aku punya 1 rahasia. Rahasia yang aku yakin kalian juga tahu. Kamu tahu, kata bijak “di atas langit ada langit”? Itu salah.

“Di atas langit tidak ada langit”

Aku yakin anak SD kelas 5 juga tahu. Di atas langit, maksud ku di lapisan kulit buni yang paling luar, hanya ada ruang hampa. Cinta ini pun begitu, cinta ku kepada kamu. Seperti ruang hampa. Bukan kosong atau membosankan hanya saja tanpa batas. Ini cinta tanpa batas.

Menunggu kabar dari mu atau menunggu namamu muncul di layar hand phone, cukup membuat ku merasa seperti Neil Armstrong -versi perempuan tentunya- yang berharap-harap cemas menunggu pesawat ulang alik berangkat. Dan ketika namamu muncul, aku merasa aku bukan hanya bisa berjalan 3 langkah di bulan, tapi aku mampu melompat ke Mars. Planet asalmu.

Kamu begitu berani. Kamu berani untuk duduk di samping ku. Bahkan kamu sangat berani untuk mengatakan, “kamu yang akan jadi co-pilot ku untuk petualangan ini”. Duduk di samping ku berarti kamu siap mempertaruhkan nyawa mu. Karena aku ini, maaf, hatiku ini ketika di dekat mu, seperti tabung gas LPG 3 kg yang belakangan ini mudah meledak.

Aku selalu bertanya-tanya, apa benar kamu ini manusia? Apa benar segala macam organ, darah, otot dan syaraf yang ada di dalam tubuh mu sama dengan ku? Sama dengan manusia lain? Menurut ku kamu ini bukan manusia, kamu itu berbeda. Bukan alien, tapi mungkin semacam manusia yang terkena efek radiasi limbah physico-tropica. Kamu begitu menenangkan dan addictive pada saat yang bersamaan.

Perlahan logika mulai datang, menemani pikiran yang saat ini, sedang tergila-gila memikirkan kegilaan yang lainnya denganmu. Memikirkan kalau ini cinta. Logika memeluk dan berbisik, “Hey ini hanya kegilaan sementara. Ingat kata Bang Rhoma kalian ini masih Darah Muda, masa yang memang mudah terbakar apapun, termasuk asmara. Perasaan menipumu, kau hanya ingin bersenang-senang, bukan?” Mungkin ini bukan cinta, atau mungkin ini memang cinta. Kemudian di mentahkan oleh hati yang berkata,”Ini gila. Ini cinta.”

Sampai akhirnya kegilaan ini harus berakhir dengan kata “aku tidak menemukan cela pada dirimu.” Semakin keras aku mencari kekurangan mu, semakin aku mengerti kamu. Kamu itu bintang. Gorgeus.

Kamu begitu sempurna. Kalau ada kata lebih dari sempurna, kata itu untukmu.

Demi Tuhan, aku jatuh cinta kepada kamu. Di dalam perasaan menggebu-gebu ini di balik semua rasa kangen, takut, canggung, yang mengendap di dalam dan diam-diam Teori Big Bang terulang lagi, tapi kali ini dalam diri ku…

karena kamu.

***

Jangan pernah mencoba untuk menulis surat cinta abis ngasih les privat sama anak SD. Begitulah hasilnya.

Ternyata untuk membuat sebuah surat cinta yang “mengena”, tanpa ada perasaan cinta saat nulis susah juga. Gue bikin post ini cuma dengan modal ingat-ingat saat gue ngerasain jatuh cinta dan dengerin lagu cinta yang bikin gue pengen garuk-garuk tanah. Hadeeh, nasib jomblo.

Surat cinta ini juga sekaligus sebagai hadiah buat oom gue yang barusan sah mendapatkan gelar “suami” tanggal 22 Juli 2010. Selamat!! Ucapan selamat karena berhasil melalui proses ijab kabul super duper kocak, yang ngebuat mempelai wanita ketawa sekaligus geregetan sampai pengen ngegantiin oom gue.

Wish a happy ever-after story for you!!

http://www.smileycodes.info

I’m Dewilicious signing out, don’t forget to leave comment or maybe your blog link. And see you next post!

Iklan

6 thoughts on “Big Bang Theory

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s