Atas Nama KTM (Gedeg Saya Dibuatnya)

Posting kali ini berjenis 3S, sedikit sindiran serius. Gue pengen ngasih tahu apa yang kacamata gue lihat di minggu ini tanpa ada kabut didepannya. Tidak terlalu frontal, tapi gue harap Undang-Undang Dasar berani melindungi. Bukan gue berlebihan, hanya mencegah sesuatu yang tidak diharapkan. πŸ™‚

Semester ini dan seterusnya fakultas gue memindahkan tempat perkuliahan dari Pleburan ke Tembalang, Semarang. Karena ternyata eh ternyata gedung baru yang ditunggu-tunggu sejak tahun 2008 ini akhirnya jadi juga sejak Juli 2010 (kalo ga salah). Dari pihak mahasiswa mengharapkan perubahan yang terjadi ga cuma perpindahan tempat kuliah saja, tapi juga kualitas pelayanan dari pihak kampus. Aspirasi mahasiswa ini ternyata disambut baik oleh pihak fakultas, karena ada kabar sudah ada perubahan pelayanan untuk mahasiswa. Perubahannya ada untuk urusan kartu hasil ujian semester (KHS) dan kartu rencana studi (KRS) dari sistem manual (dimana mahasiswa harus antri berjam-jam melawan cacian super sadis puluhan mahasiswa lainnya dan juga masih haris menghadapi komputer/software ultra lemot) menjadi sistem online (yaa toyibb, fakultas gue purba yak?). Sistem ini juga sudah di launching jauh-jauh hari setelah ujian akhir semester. Sorak sorak bergembira dong yaa gue sama temen-temen mahasiswa yang lain. Ga perlu lagi berangkat subuh-subuh biar dapet antrian paleeeeng depan,itu mah ngalahin anak 6 tahun yang baru masuk sekolah kan?

Awal Agustus kemarin, barang-barang yang ada di kantor jurusan maupun diperpustakaan udah mulai di angkutin ke gedung baru. Otomatis untuk segala macam urusan ke kemahasiswaan juga udah pindah. Eng ing eng, tiba waktunya pengumuman nilai akhir semester. Semangat ’45 campur semangat 2010, udah semangat depan kompi, puter lagu dengan lirik “senang, riang..”,gue buka web khs online-nya. Jeng, jeng, jeng, tiba-tiba lirik lagunya berubah jadi “kau bohong, kau bohong lagi-lagi..”, ternyata web khs online-nya cuma berisi transkrip nilai dan data mahasiswa. Awalnya gue pikir itu cuma punya gue, setelah gue tanya-tanya temen yang lain ternyata semua temen-temen se-fakultas sama, malahan ada yang ga bisa buka. Kabar buruk untuk orang-orang yang akan tinggal di gedung orange. Berarti gue harus bangun pagi lagi, harus nahan emosi lagi, rela panas-panasan, mengahadapi kemungkinan pingsan, di bulan puasa. Ya Allah, betapa sungguh Engkau mencintai hamba-Mu yang hina ini dengan cobaan yang bersamaan. Jrrrreeeeeenggggg!

Gue putusin buat ngeliat medan perang dulu sebelum input krs, untuk pertama kalinya (tanpa ijin dari orang tua) gue naik motor ke kampus, mungkin lebih tepatnya offroad. Kenapa offroad? Sebelumnya dari kejauhan, gedung baru gue berdiri dengan indahnya. Berwarna orange dan terlihat lebih modern daripada gedung lama. Subhanallah indahnya! Ketika mendekat ke halaman depannya, arena offroad terhampar luas didepannya. Tanah merah yang ketika hujan jadi becek-becek siap menyambut gue saat itu, akhirnya gue ada mainan setelah pulang kuliah. Kawaaaan!! Mau buat apa kita hari ini? Krrrriiik.

Hari yang ditunggu buat input datang, untuk keempat kalinya (yang kedua dan ketiga tak perlu lah gue ceritain. Oh ya, dengan ijin orang tua kali ini) gue naik motor ke kampus. Aroma peperangan sudah tercium didepan dengan jelas, seperti yang diduga-duga masih ada antrian penuh sesak yang begitu indah di loket. Aaah, nostalgia jaman di Pleburan, masih sama eh beda, dulu masih bisa ngegosip sambil duduk lelecu (leyeh-leyeh lucu) sambil ngantri sekarang tetep bisa ngegosip tapi sambil bebecu (berdiri-berdiri lucu). Temen gue ada yang hampir pingsan 2 kali dan gue hampir pingsan sekali. Ya Toyeeeeeeeeeebbbb!

Kabar buruk lagi, sekarang udah ga ada yang namanya jasa input krs atau nitip di inputin temen. Karena dari mas-mas TU ngawasin mahasiswa yang input, 1 orang hanya boleh bawa 2 krs, 3 krs kalo lagi beruntung. Kalian tahu berapa waktu yang dibutuhkan untuk input 1 lembar KRS mahasiswa? 5 menit, itu paling cepet dan jarang terjadi (gue cuma ngerasain sekali doang di semester sebelumnya, itupun setelah jaringan kompi sempet keputus). Lama waktu paling umum adalah 10-15 menit. Kasihan temen-temen gue yang awalnya nitip karena rumahnya JAUH BANGET dari Semarang harus balik ke Semarang 1 hari doang demi input KRS. Ehmm, agak kesel juga sii sama yang main nitip-nitip gitu apalagi yang domisili Semarang asli, tapi yaah mungkin mereka ada halangan atau udah empet sama sistem input krs ini. Lebih kasihan lagi temen-temen gue yang udah antri dari pagi, sampe ada yang protes sama orang TU, protes sama mas-mas berbaju militer yang ga jelas tapi jelas-jelas dia nyerobot antrian orang, dan adu mulut sama junior tapi tetep juga akhirnya juga ga sempet input krs karena waktu input krs udah abis. Pelayanan input krs cuma dari jam 9.00 sampai 15.00, tidak ada toleransi. Hari berikutnya jatah input untuk angkatan lain, dan temen gue terpaksa buat input hari bebas (angkatan berapa aja boleh input) atau minggu berikutnya. Udah berasa antri BLT atau Indonesian Idol deeeh.

Gue yang hampir setiap hari di kuliahi mengenai bagaimana pelayanan publik yang baik, merasa ilmu yang gue dapet selama ini cuma teori tok. Ga bisa di aplikasiin (mungkin). Ibaratnya, gue pengen les renang tapi pelatih renangnya ga bisa renang. Tenggelam barenglah kita. Berarti yang gue dapet selama ini ga lebih dari kata-kata di atas tumpukan kertas dan slideshow. Perlu jadi catatan, sistem input krs manual ini udah ada sejak sebelum gue kuliah, sebelum SMA mungkin. Mungkin juga yang perlu diperhatikan adalah khs yang lamaaaa banget keluarnya, entah kenapa di fakultas gue pasti yang paling lama keluar. Semakin lama khs keluar, semakin lama juga input krs. Keburu pada pulang kampung, keburu pada nitip krs. Hehehehe.

Biar seimbang, atau tidak dikatain cuma bisa nyindir aja, gue juga mau kasih solusi atau sekedar masukan aja kalo seandainya sistem online masih belum bisa digunakan untuk semester selanjutnya. Ada beberapa solusi yang bisa saya tawarkan, antara lain. Pertama, buat nomor urut. Satu orang dapet 1 nomor urut, hanya boleh membawa maksimal 2 krs (menghitung lemotnya kompi waktu input). Jadi ga ada kejadian serobot antrian atau mahasiswa yang hampir pingsan. Kedua, agak main itung-itungan ini. Loket yang sempet gue lihat kemaren ada 8. Caranya dibagi per NIM, dari angkatan paling baru sampai paling lama. Satu harinya ada 192 mahasiswa yang bisa input (dengan perhitungan 1 mahasiswa membawa 1 krs, lama input maksimal 15 menit dan dengan 8 loket aktif). Mahasiswa senang, pegawai TU bisa pulang tepat waktu dan buka puasa di rumah, ga ada lagi yang main serobot atau junior ngatain senior. Hmmmm, TEMEN GUE UDAH ANTRI DARI PAGI WOOOYY!!! Ehmm, maaf capslock-nya kepencet. Oh ya, ada satu hal yang mengganjal di pikiran gue. Bisa ga, bapak-bapak dan ibu-ibu yang ada di balik loket ini seperti costumer service di bank yang rata-rata selalu melempar senyum ketika saya mengisi buku tabungan saya? Di kampus, saya juga ngisi buku tabungan lho, tabungan akhirat dengan ilmu yang saya dapet selama ini. Teori dari dosen dan praktek dari Anda sekalian.

Mengenai gedung baru juga, agak geli gue. Perpindahan kampus terkesan buru-buru dipaksakan, kenyataannya gue pikir gedung baru belum sepenuhnya siap digunakan. Halaman depan yang masih berupa tanah merah, yang suka becek kalo ujan. Keamanan yang belum terjamin sepenuhnya, hari saat gue perwalian, ada 3 orang yang kehilangan motornya. Sebelumnya parkiran ada didepan dan memang ga ada yang jaga, sekarang parkiran sudah dipindah ke belakang dan setiap orang yang keluar dari parkiran dengan motor harus menunjukan stnk-nya. Mbok ya kalo belum siap itu ga usah buru-buru pindah, gedung lama masih layak dipakai, kami juga masih nyaman. Percuma gedung baru, tanpa ada pelayanan yang baru.

Saya sangat mengharapkan gedung baru ini adalah “PERUBAHAN” bukan hanya “BANGUNAN”.

Gue menggunakan hak menyampaikan pendapat yang ada di UUD 1945.

Atas nama KTM dan KHS (belum mahasiswa kalo ga punya KTM dan KHS, one of my lecturer said).

Sadis abis statement gue barusan. Efek leher krramm ini.

Iklan

8 thoughts on “Atas Nama KTM (Gedeg Saya Dibuatnya)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s