Tips Membuat Tulisan Labil

Beberapa hari yang lalu seorang temen lama, ngajakin chat di Facebook. Ga cuma sekedar say “Hi”, dia juga minta diajari gimana caranya buat nulis lucu (sebelumnya terima kasih karena bilang tulisan gue lucu) seperti di blog gue ini. Gue agak lama bales chat nya, bukan gue ga mau tapi gue lagi mikir. Sampai gue nulis potingan ini, gue masih mikir gimana caranya. Karena selama ini gue nulis ngalir gitu aja. Kalo boleh dibilang, dari hasil survey beberapa responden (baca: temen-temen sekampus) ini disebabkan oleh tingkat kelabilan gue di alam nyata dan di tulisan gue adalah sama. Terima kasih teman-teman. Maaf permisi sebentar, gue mau nangis kejer sama garuk-garuk tanah dulu. Adios!
Awal tulisan gue di blog sama seperti remaja labil pada awalnya, curhat. Percayalah, lo bakal miris, merinding disko dan berharap ada orang yang mau colok mata lo waktu baca tulisan gue di blog yang lama. Udah curhat, isinya labil ga jelas, banyak tulisan yang isinya bawang-bawangan bikin perih mata dan PASTINYA dengan bahasa remaja labil pada umumnya. Tuhan, kenapa dulu hal itu bisa terjadi sama gue? Waaaargggghh, waka waka laka laka. Sangat dianjurkan sekarang juga untuk lempar gue dengan benda berat seperti bakiak, bemper, ban pesawat atau emas batangan. Eh, emas batangan aja. Terima kasih.
OK, tanpa basa basi lagi. Langsung saja, tips menulis komedi adaalaaaaaaaah:
Uhmmmm…
Ehmmm…
Oooh! Eh, bukan.
Mmmm…
Eh, udah ada yang ngangkat bangku taman. Hahahahaha. Iya, iya, gue kasih tahu.
Secara teori, banyak orang yang menganggap remeh tentang menulis komedi. Bukan gue nakut-nakutin tapi menulis komedi ga segampang membacanya, karena selera humor tiap orang berbeda-beda. Penulis komedi biasanya harus memikirkan banyak kata-kata atau Twist baru agar pembaca bisa tertawa atau tidak jenuh dengan komedi yang disuguhkan. Astagaa, kenapa bahasa gue jadi baku gitu?
Cerita komedi lebih cenderung untuk mengejek atau menyindir seseorang atau suatu kejadian tertentu. Blog gue sebagai contohnya. Cerita awal tentang kenapa gue bikin blog ini bisa dibaca di tab Who’s Dewi. Karena lebih banyak orang yang baca blog gue bilang kalo gue ngeblog untuk curhat, gue bikin sebuah manuver. “Invisible Curcol Maneuver” istilahnya. Nama yang keren, tapi tetep aja intinya curhat. Gue sisipin beberapa kebiasaan gue di dunia nyata yang sering kali… memalukan. Blogwalker yang se-kampus sama gue dilarang komen!
Jadi tipsnya adalah (dari tadi panjang lebar bukan tipsnya?) :
  • Sering observasi atau baca buku-buku komedi seperti milik Raditya Dika, Adhitya Mulya, atau Moammar Emka. Lihat gaya penulisannya.
  • Komedi itu butuh bakat. Kalo dasarnya lo itu gila (baca: benar-benar gila) atau labil, itu bisa jadi modal awal. Oh by the way, labil yang gue maksud cukup ide-idenya saja, bukan tulisannya. Bukan seperti ini à Aduwwhh, ue cp33g b3ud 4bezz skull. Aaaaaa! Toloooong, mata gue perih! Mata gue perih!!
  • Sering-sering keluar rumah, lihat sekeliling, pasti ada sedikit hal yang unik terjadi diluar sana. Hanya mungkin itu bentuk komedi yang masih kasar dan butuh sedikit polesan.
  • Rasa sakit juga bisa dijadikan komedi atau setidaknya ditertawakan. Entah itu sakit hati, sakit gigi, putus sama pacar, ditolak waktu nembak, dll. Rasakan benar-benar perasaan itu, pasti ada sesuatu yang lucu diantara perasaan itu. Mulai dengan kata “kalo saja…”
  • Tambahan untuk poin keempat. Usahakan jangan menggunakan pengandaian yang ekstrim. Misal: “Kalo saja waktu kita putus aku menggunakan sepatu high heels pemberian mu. Aku ingin sekali menancapkan ujung heels ku ke lubang hidung mu”. Segala macam efek samping yang terjadi karena tips ini tidak ditanggung oleh penulis.
  • Mulailah berimajinasi. Imajinasi adalah ruang tanpa batas. Kalo kata Oom gue, Enstein, “Imagination more important than knowledge”. Dari imajinasi semua terjadi.
Cuma ini yang bisa gue share. Semoga bisa sedikit membantu teman-teman yang belajar menulis komedi atau tepatnya menjadi penulis LABIL seperti gue.
p.s. Sekali lagi segala macam efek samping yang terjadi karena tips ini tidak ditanggung oleh penulis. Ciao!
I’m NOT crazy, I’m just a little unwell. I know right now you don’t care…
Iklan

6 thoughts on “Tips Membuat Tulisan Labil

  1. Uyulicum Chrysanthemum berkata:

    Ohhh, aku terharu Wi
    pasti gara-gara chat ku kemaren ya?
    terus dibikin post kaya gini, huksssss

    tengkyu, tengkyu
    loph u pull Wi..

  2. grandchief berkata:

    hehehe wah kalau aku merasa kurang bakat kalau harus bikin tulisan komedi karena tulisan awal cuman tutorial dan tips githu….

    tapi tetep suka dengan tulisan jenis ini ringan dibaca dan bisa bikin ngakak tentunya :mrgreen:

  3. denioktora berkata:

    Saya rasa tulisan anda biasa-biasa saja. alias tidak lucu. bahkan cenderung maksa dan garing.

    Menurut saya, tulisan komedi yang saat ini benar-benar “Pure” comedy-talented adalah Raditya Dika. sialnya. seiring dengan kesuksesan yang diraih oleh raditya dika sebagai pengusung tulisan komedi pertama di jagad raya perbukuan lalu muncul para penulis-penulis “Raditya Dika” wannabe seperti anda ini. dengan tingkat comedy (yang maaf) menurut saya cenderung maksa bahkan terlihat sekali beberapa bagian mungkin terlihat garing.

    • dewi19th berkata:

      well, mas (?) dino..
      terima kasih sudah mampir di blog saya sebelumnya.
      I am not Raditya Dika Wannabe. Di blog ini saya tidak pernah berharap menulis cerita komedi seperti raditya dika.saya menulis dengan gaya bahasa saya..
      kalo ada pembaca di blog sya yang menganggap tulisan lucu, mgkin karena selera komedi itu relatif.tiap orang berbeda.dan kalo ada yang menganggap tulisan saya garing atau apa, ya itu hak pribadi masing-masing orang.blog ini saya buat cuma untuk melepas beberapa pikiran saya.. Lucu itu bonus. 🙂
      P.S. Honestly, for me. Raditya Dika books not that funny for me. Just a bit funny. 😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s