Balada MasCakep

Sebelum kelabilan dan kegalauan gue mengambil alih jiwa dan raga gue saat nulis potingan ini. Mari sebentar saja kita menundukan kepala, merendahkan hati dan mengucapkan doa untuk saudara kita yang terkena musibah baik di Mentawai, Merapi maupun Jakarta. Semoga yang masih selamat diberi ketabahan dan semoga untuk mereka yang telah dipanggil oleh-Nya diberikan tempat yang layak disisi-Nya. Amin.

***

HALOOOOO!!!!

SEMARANG SIAP DIGOYAAAANGGG?!!!

MALANG SIAP DIGOYAAAANGGGG?!!!

SURABAYA SIAAP DIGOYAAAAAAAAAAAAAAANG?!!

Okeeh, itu Caps Lock-nya kepencet lagi. Maaf.

As you know in my last post, entah orang setengah jenius dan cerdas mana yang udah bius gue diem-diem di posting sebelumnya cuma gara-gara gue terjebak dengan pesonanya dan terikat lahir dan batin dengan dia. Ya, gue masih ngomongin Semmy. Please, no more drugs. Thank you. *pasang tameng*

Kalo ditanya kenapa gue jarang ngeposting lagi alasannya masih sama dengan posting sebelumnya. Jadi, daripada capek-capek gue cerita lagi, buat yang belum baca sok atuh klik posting gue yang ini.

Hari Sabtu kemarin, tanggal 23 Oktober 2010 gue dan beberapa orang temen gue, dapat kesempatan buat datang ke Unibraw, Malang. Ada Hesti aka Neney yang kemarin sempet ikut ke Temu AdMI di Bandung, ternyata belum menyadari kesalahannya malah mau ikut lagi pergi sama gue, Ratri yang mencoba peruntungannya travelling pertama kali bareng gue, Kikok si Bolang yang pernah gue certain di posting 3 Bolang dan 1 (mantan) Bolang dan satu-satunya cowok juga junior super galau, Riko.  Well, tenang kita bukan arisan berondong. Kebetulan malah 1 junior itu lebih tua daripada gue. Muahahahaha. Ehemm, jadi gue ke Unibraw karena ada undangan Seminar Nasional dan Training Leadership dari HUMANISTIK Unibraw (sebelumnya thumbs up untuk temen HUMANISTIK yang sukses berat buat acaranya).

Proses sebelum berangkat kita ke Malang itu luar biasa. Tell me lebay, but I’m not 4L4Y. Segala macam pengajuan proposal untuk uang saku ke Malang memberi memori yang tak terlupakan sepanjang hidup gue di FISIP UNDIP. Proposal yang bikin gue setia menunggu dosen gue yang ternyata selayang pandang di depan mata gue, blind date, proposal oh proposal…

Skip bagian gue cari tanda tangan ketua jurusan dan pembantu dekan karena prosesnya wajar. Yang bagian paling seru adalah bagian “blind date”. Setelah gue serahin proposal, gue pergi makan bareng temen-temen gue. Di tengah-tengah gue nunggu makanan, hape gue bunyi.

*pembicaraan berikut merupakan salah satu pembicaraan memalukan di hidup gue. Puas kalian?* 

Lokasi: Djati Legi

Suasana: rame atau ada yang lagi ngobrol dan hujan atau air berjatuhan dari langit.

Gue: Haloo

Orang Dalam Telpon (ODT): Haloo, Dew, Dewii. Katanya kamu mau ke Malang ya?

Gue: Oh iya, De. Kenapa, De?

ODT: Hah apa? De?

Gue: Iya, De. Besok gue jadi ke Malang. Kenapa De?

ODT: Dak Dek Dak Dek. Kamu pikir saya adek kamu? Ini dari FISIP UNDIP, Dew.

JEGLEEERRRR!!! *gue mencret meradang di tempat*

Gue: Eee Eeee, maaf mas. Saya kira Ade, temen saya. Kenapa ya, Mas?

Mas-Mas FU: Ya sudah, ya sudah, bener kamu mau ke Malang besok? Tahu dapat uang saku berapa?

Gue: Iya, Mas. Tadi udah dikasih tahu kalo dapet 1,x juta mas..

Mas-Mas FU: Ya sudah, besok ketemu saya sebelum jam 11 siang ya. Butuh surat tugas kan? Bawa temen-temen kamu yang lain.

Gue: Iya, Mas. Besok jam 11 siang saya dateng sama temen-temen saya.

Mas-mas FU: Oh ya, 1 lagi. Umur kamu baru 1 bulan ya?

Gue: Hah apaan, mas? Ga kok, saya 20 baru bulan kemarin.

Mas-Mas FU: Laah ini, di formulir kamu nulis tahun kelahiran kamu 2010.

Tuutt… Tuutt… Tuutt…

JEGLEEERRRRR!!!

Kalo saat itu gue main sinetron. Gue bakal freezing, hape gue jatoh pelan-pelan dari tangan gue dan mata menerawang jauh. Menerawang jauh sisa hidup gue di kampus yang bakalan suram.

Hari berikutnya gue, Hesti dan Ratri, dateng ke Bag Kepegawaian jam 11 teng buat ketemu si mas-mas yang telpon gue kemarin sekaligus ambil ‘uang saku’ kita berlima. Gue berdoa sepanjang jalan. Doa gue adalah si mas-mas itu kemarin kejedot bantal terus amnesia kecil, ga inget bagian dimana gue permaluin diri di telpon dan di berkas yang dia pegang.

Jantung gue dag dig dug derr-an masuk ruangan kecil di depan lorong sempit dekat loby. Berasa blind date. Hesti masuk duluan ke ruangan, disusul Ratri, dan gue yang paling terakhir masuk dengan cengar cengir dan berharap ga ada upil ngegantung dengan anggun di idung gue. Karena kita ga tahu mas-mas yang telpon gue kemarin yang mana, si Hesti inisiatif nanya ke salah 1 pegawai dan ditunjukin. Setelah ditunjukin, kita samperin mejanya, ehemmm dan ternyata mas-mas yang telpon gue kemarin… MASIH MUDA dan LUMAYAN CAKEP. Muahahahaha. Nama aslinya adalah mas Anang.

Mas Anang: Ini yang kemarin ngajuin proposal mau ke Malang?

Gue, Hesti, Ratri: Iya, Mas.

Mas Anang: Hesti yang mana?

Hesti: *angkat tangan*

Mas Anang: Ratri?

Ratri: *angkat tangan*

Mas Anang: Kalo Dewi?

Gue: *nyengir* *angkat tangan* saya mas.hehehehehe

Mas Anang:  Oooh, ini toh yang namanya Dewi? 

Gue:

Dia masih inget ternyata. Duka.  Nestapa.

Mas Cakep: *corat coret kertas* *tetep sambil nyengir* Ini nanti tolong suratnya di bla bla bla bla… Sekarang kalian bertiga tanda tangan disini.

Gue, Hesti, Ratri: *melukis indah satu garis di atas kertas dari mas cakep* *gantian*

Mas Cakep: Ini duitnya… *ngasihin duitnya*

Gue, Hesti, Ratri: *muka bahagia* Makasih mas…

Dan kami pun meninggalkan Bag Kepegawaian dengan muka super bahagia dan amnesia sesaat dengan kejadian memalukan di telepon. Duit sudah ditangan. Malang bersiaplah… Eneng-eneng yang cakep dan abang yang (ga sengaja) ganteng dataaaanggg!! Tapi tetep perasaan gue ga enak.

Dan perasaan, ga akan pernah bisa bohong. Terdengar suara pintu dibuka dengan keras dan langkah sepatu yang saling mendahului kemudian disusul dengan teriakan, “Dewiiiiii!!!”

Suara dalam hati, “Mungkinkah ini terjadi? Adegan Rangga dan Cinta di bandara akan terulang padaku? Mas Cakep memanggil nama ku dan tidak merelakan ku pergi?”

Gue menoleh ala iklan shampoo, tersenyum dan mendengarnya berkata…

“Kamu butuh surat tugas ga?”

Hancur hatikuu… mengenang dikauu…

Mas Cakep…

Bersambung…

Iklan

7 thoughts on “Balada MasCakep

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s