Random Journey (1)

Hi~~~
I come again! Looks like it’s better for me not promising anything, right? 😉

Just need some mind mapping, cara gue mind mapping salah satunya dengan nulis kayak gini. Gue juga tahu ada yang namanya diary, but I kind of lazy writing in my book. Lagian gue cinta lingkungan, kurangi penggunaan kertas, bantu pohon biar ga jadi sejarah yang anak cucu gue nanti baca di e-book mereka. Jadi kayaknya gue bakalan nulis another trash. Sorry, can’t help it, bear with it please. 🙂

Barusan gue abis keliling my lovely little town. Lebih tepatnya keliling naik motor tanpa tujuan yang jelas, yang gue lakuin cuma lewatin jalan-jalan familiar. Di tengah jalan gue tiba-tiba pengen ke SMA gue dulu (sebut saja SMA X). Ga jelas banget kan gue? Banyak yang berubah. Banyak tempat makan baru  di sekitar sekolah, ada perumahan baru yang dibangun, gedung sekolah gue jadi 2 lantai (dulu cuma 1 lantai dan sekolah gue itu luas banget), warna gedung juga berubah jadi jingga, dll. For you to know, SMA gue ini ga berada di tengah kota, tapi di pinggir kota, ga terlalu pinggir banget, it just middle of nowhere. Tempat fotocopy cuma ada 2, tempat buat nge-print cuma ada 1, pokoknya segala kebutuhan ke-SMA-an gue dulu serba terbatas. Jadi buat segala macam kebutuhan ke-SMA-an selalu gue bawa dari rumah. Bisa bayangin kan kalian? Good.

Dulu gue sempet nangis harus sekolah disana. Nilai UAS gue ga cukup buat masuk sekolah yang gue pengen (sebut saja SMA Y). Gue kesana setelah direkomendasiin sama temen bapak gue yang ngajar di SMA Y, dia bilang kualitas SMA X ga beda jauh sama SMA Y. Selama SMP bahkan gue ga tahu kalo SMA X itu ada. Bukannya ngerendahin atau gimana, it just when I want something, I really set my eyes only on that thing.

Sampai disana gue ga bisa masuk, cuma bisa ngeliatin dari luar. There’s no words escape from my mouth. Wow, it’s been really long time. Almost 4 years since I wore the uniform. Almost 4 years since I’m chatting around, giggling over little things care-freely. Hampir 4 tahun sejak terakhir gue makan nasi-telor-sambel super murah di kantin. Hampir 4 tahun gue berdiri di lapangan buat upacara dengan catatan kalo gue ga lupa bawa topi, kalo gue lupa… hehehe… please meet the new shining actress, Dewi Puspitasari (dulu gue pura-pura sakit setiap ga bawa topi and mostly guru-guru pada percaya, untung gue ga sering lupa bawa topi, ketahuan lah akting gue nanti). Almost 4 years since last time I waited every morning for go to school with now-stranger on the corner of the street. Hampir 4 tahun…

Wow, it’s amazing isn’t it?

Banyak hal baik dan hal buruk disana yang gue putusin cuma bakal inget hal baik yang pernah gue alamin.

Do you remember? The awkward and unfamiliar times when we first met?

Do you believe that time pass by hectically?

Those unforgettable memories during that long time. Throughout the laughter and the tears. I’m thankful for those who stay. And I learn a lot from those who left me.

I’m thankful for those who patient and bear with my childish, stupid actions.

I’m thankful for those who always remind me and still stay by my side now.

YOU, yes, YOU…

YOU, mean a lot to me.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s