Kembali ke Awal. Point of View, anyone?

So yeah, setelah sekian lama ga nulis apa-apa di blog ini. Gue balik. Emaaaakkkk! Aye balik nyaaakkk!

WOO-HOO!

Kali ini gue mau nyoba balik ke 4 tahun lalu. Awal gue nulis di blogsphere. Jadi seseorang yang random, tanpa persiapan draft posting. Jadi maafkan kalo posting ini nanti ga jelas arahnya mau kemana.

Belakangan ini gue tertarik sama beberapa hal. Point of view dan anonymity in public area. Chill, gue ga mau kasih kuliah, tapi suma sekedar share point of view.

Kenapa gue tertarik sama point of view?

Menarik ga sih, ketika lo liat sebuah peristiwa terus lo mutusin kalo peristiwa itu disebabkan oleh ini dan seharusnya bisa lebih baik andaikan ‘itu’? Tapi ternyata orang lain berpikir, ah sebenarnya itu ‘ini’ bisa jadi ‘itu’? Gue lebih sering cari point of view ke orang-orang yang bisa dibilang hard working dan para traveller. Tukang somay, sopir taksi, tukang jualan rujak, dll. Try it. They always amaze me. I don’t recommend this thing for those who easily get effected or hard-headed. I recommend this for those who knows where to stand and what to hold. Terutama mereka yang bercita-cita perbaiki negeri ini (how brave you are, my dear friend) dan bukan cuma nyari pencitraan, do this. Start listening the whispers.

Anonymity in public area?

Sederhana. Ketika kamu di ruang publik, kamu bukan siapa-siapa.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s