Random Musing of An Insomniac

Beberapa pemikiran dibeberapa malam/pagi —whatever. Posting ini, antara satu paragraph dengan yang lainnya mungkin tidak terhubung sama sekali. Beberapa paragraph ada yang berisi beberapa kalimat saja. Kenapa ngga di share di Twitter aja? I just think this place more comfortable. Well, welcome to the musing of insomniac.

Love is not a feeling. Well, it may start out that way but what makes last is your commitment. It’s a decision. You stick with it no matter how crappy it gets. You make it work.

That’s a quote from some fiction I read on the internet. I agree with that. Doesn’t mean that it’s my definition of love though. I believe that love takes sacrifice, commitment and lots and lots of perseverance to make it—the relationship work. Just like everything else in life.

Have you ever wake up in the early morning and found yourself loving someone you shouldn’t have… more? I have. Once.

Saya biasa tidur dengan earphone menempel ditelinga, with my playlist on shuffle mode. Suatu hari jam 02.30 pagi, saya terbangun. Sebuah lagu yang populer 6 tahun lalu mengalun dari mp3 player. Jantung berdebar lebih cepat dari biasanya. Tidak. Saya tidak mengalami mimpi buruk. Hanya saja didalam pikiran atau mungkin didalam lubuk hati saya—entah darimana asalnya muncul sosok seseorang yang tidak pernah terpikirkan untuk mengatakan ‘damn! aku cinta orang ini’. That time I know I just screwed myself.

Kamu tahu cara mudah merubah pikiran seseorang? Dengan pertanyaan. Berikan seseorang pertanyaan yang melawan idealis mereka, if they stupid enough.

Junior di kampus menanyakan saya sebuah pertanyaan, “Berapa lama hatimu mengering, mbak?” My heart never dry, kiddo. It’s always wet. By blood. Literary. Ha! *cry a river*

Never do something you’ll regret in the future. I did it though. Saya menyesali beberapa hal. Coba kalo di kepala kita ada tombol reset, saya ga perlu sakit kepala setiap ingat hal-hal itu. Tapi agak serem juga. Gimana kalo ga sengaja kepencet?

Saya menyesal mempertimbangkan untuk menyerah. Saya menyesal harus menimbang. Yes, I’m talking about my weight here.

Gue pengen punya abs. Itu loh, kalo cowok kan 6-packs. Nah, kalo cewek 11-abs. Cuma kayak garis lurus di perut. Ga kotak-kotak kayak cowok.

And here I’m going to confessing something on public, for the first time in my life. It’s kind of embarrassing though and maybe childish. But just for you to know, Mister. I got crush on you a year ago. You’re so… unique. There. Hah! I’m free now. It’s not like you’re going to respon this, right? RIGHT?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s