Pulang Kampung Ke Inggris.

Pengennya. Sigh.

Hi, Master.

Halo semuanya, apa kabar? Halo mas-mas pencari b*kep dan mbak-mbak pencari gombalan yang disesatkan oleh Google. Puhat!

Master, kamu ga nyapa aku?

Oh. Hi.

Berbulan-bulan Master ga pernah nyentuh aku, apalagi nengok, dan sekarang bilang pengen pulang kampung ke Inggris. Pulang sana!

Oh, shut up you. *lempar tulang*

Wuff wuff! Wait, I’m not a…

Bahak!

Sebelum gue mulai cerita, gue perlu cari bangku kosong di taman yang ngadep ke arah matahari terbenam. Biar dramatis.

Semua keinginan untuk pulang kampung ini bermula pada tahun 2002, saat gue masih SMP. Ya, gue sudah cukup. Cukup lama menahan hasrat diri ini buat pulang kampung. Pada ngarep gue bilang cukup tua/berumur kan? Tsk. Oh, ada yang ga? Siapa pun kamu, kamu luar biasa. Iya, kamu. I love you.

Tahun 2002 itu pertama kali gue mengenal Inggris secara resmi. I’m so thrilled back then that I’ll learn a foreign language that I always wanted to learn. Why? Karena sebelum gue masuk SMP, gue selalu diketawain waktu gue baca kata dalam bahasa Inggris dengan apa adanya. Contohnya, kalian tahu kaset tape, kan? Biasanya di sisi kanan kirinya ada tulisan Side A/B, benar-benar secara gamblang dan mentah, gue baca dengan lantang SI-DE didepan kakak gue yang cewek dan teman-teman SMA-nya yang waktu itu main ke rumah. Karena gue ga tahu apa-apa waktu itu, gue cuman ikut ketawa. Begitu gue udah tahu apa arti dan gimana cara bacanya… oh God why… *lompat dari jam Gadang* *mau lompat dari Big Ben masih kejauhan*

Semenjak itu, gue makin cinta sama Bahasa Inggris. Semakin killer guru yang ngajar bahasa Inggris, semakin gue suka buat belajar. Karena gue yakin guru tersebut ngerti gimana susahnya belajar bahasa asing dan gue harus bener-bener serius buat menghadapinya. Sama seperti waktu aku mencoba mengerti isi hati kamu. Iya, kamu. *kedip*

Temen gue pernah bilang kalo gue adalah reinkarnasi Sherlock Holmes atau gue mungkin sebenarnya masih punya garis keturunan dari anak cucu saudara jauh Sherlock Holmes. Kenapa ga sekalian aja lo bilang bulu idung gue sebenernya mirip banget sama Sherlock Holmes, man?! Dia bilang gitu karena gue suka over analyzed things. In my defense, rather than being said that I’m over analyzed things, I like to pay attention to the detail to understand bigger picture. Like how I try to remember a lot of sounds and what caused or where that sound come from. Rumah gue deket kebun dan juga jurang. Apa hubungannya? Begini, misalkan ada suara atau langkah kaki asing dan ga wajar, gue bisa siap-siap buat sembunyi didalem lemari. Atau dibelakang ketek bokap gue dan baca ayat kursi. That ability saved me many times.

Dia juga nyuruh gue buat daftar jadi detektif atau semacamnya. Gue ga tertarik dan ga bisa jadi detektif, maann. Ga kuat kalo harus liat mayat dengan kematian atau keadaan yang ga jelas. Lihat hidung gue mimisan aja, darah yang keluar malah makin deres. Hidup gue… *menghembuskan nafas naga dengan dramatis*

Orang yang bisa ngomong dengan aksen British itu seksi. Wait, let me scratch that. Orang yang punya aksen waktu ngomong bahasa Inggris itu seksi. Itu karena gue juga punya. Bahak!

Kalo aksen Inggris-India gimana, Master?

Kamu ngapain balik lagi?

Jawa-Inggris?

Uhmmm… mau nyobain makanan kucing ga?

Bali-Inggris?

Wahai para orang-orang yang disesatkan oleh Google apakah kalian pengen denger dan lihat gue ngomong pake bahasa Inggris beraksen? If you do, please pray for me. Karena gue ikutan lomba yang diadain oleh Mister Potato dan banyak banget entry keren-keren lainnya yang udah masuk buat ikutan lomba ini. Mister Potato pada tahu kan? Itu lagu barunya Girls’ Generation, Mister Mister~ Potato!

Oh, bukan itu ya? Ini nih yang bener:

22052014026

kebuka dikit bungkusnya, ga nahan sebelahan sama Mister Potato waktu nulis entry ini.

Dengan selesainya entry blog ini, gue siaaaappp ke London!! Mr. Potato, please send me there? Let me go ho-o-o-me~~

Iklan

2 thoughts on “Pulang Kampung Ke Inggris.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s