Lebaran is Coming, So Does The “Question”.

Bentar lagi lebaran.

Oh hi, hello. Apa kabar, kamu? Iya, kamu yang didepan layar dari entah device apa yang kamu pake buat baca postingan ini. Semoga hari kamu luar biasaaaaa.

Lebaran itu identik dengan-

Opor ayam

-identik dengan-

Baju baru

-identik de-

Oh! Oh! Uang dalam amplop!

Al, bukannya harusnya kamu diborgol disuatu sudut dunia?

Sorry, Master. Itu ga berlaku buat Al, soalnya Al kan- wait, jadi menurut Master Al itu setan?

Terkadang kamu bisa jadi setan yang bikin gue keliling kota 2-3 kali sebelum ke tempat potong rambut. Itu satu-satunya alasan kenapa rambut gue panjang, karena gue males ke salon. Bukan garena gue tertarik punya rambut panjang. Dari jaman gue kecil sampe gue SD kelas 5, gue selalu punya rambut pendek persis sama potongan abang gue. Gue males ke salon karena tukang cukurnya selalu banyak ngomong and/or nanya. Entah percaya atau ga, gue itu waktu kecil pemalu banget dan ga banyak ngomong. Lebih suka denger orang cerita daripada bagi cerita ke banyak orang. Wait, fokus postingan ini melenceng.

Jadi begini, bentar lagi lebaran yang dimana bagi orang Indonesia identik dengan mudik atau pulang kampung. Bagi yang ga tahu arti kata mudik, sebenarnya mudik singkatan dari “mulih” dan “dhilik” dua buah kata dari basa Jawa yang artinya pulang sebentar.

Buat gue pemudik itu orang-orang yang luar biasa, lihat aja perjuangan mereka yang pergi berjam-jam bahkan ada yang sampai berhari-hari di jalan buat kumpul bareng keluarga, tapi kadang gue suka sedih ngelihat pemudik yang bawa motor dan bawa anak kecil (terutama para balita dan bayi). Gue ngerti itu lebih murah dan mungkin lebih praktis karena ga usah pindah bus/kereta/kapal/pesawat berkali-kali, tapi gimana dengan keamanan, kenyamanan, dan kesehatan si anak? Punya keponakan yang masih balita bikin gue makin menye-menye.

Mudik juga berarti saatnya interview dari ibu, bapak, embah, oom, tante, pakdhe, budhe, tetangga, ibu warung sebelah yang pernah lo utangin, dan tukang parkir dari tempat tongkrongan yang dulu sering lo tongkrongin. Kata interview disini adalah pertanyaan-pertanyaan mengenai kehidupan pribadi lo seperti, kabarnya gimana? Kerja dimana sekarang? Pacarnya mana? Kapan mau nikah? Kapan mau punya momongan (lagi)? Kapan mau move on?

Dari beberapa pertanyaan yang mungkin ditanyakan, gue udah punya beberapa jawaban buat itu. Gue salah satu dari banyak orang yang misalnya mau ngobrol sama orang lain, gue udah nyiapin pertanyaan dan jawaban dari situasi A sampai Z. Contoh:

Interviewer (I): Pacarnya mana, mbak?
Me (M): Lagi jauh.
I: Oh, LDR-an ya?
M: Iya, long distance.
I: Terus, pacarnya dimana sekarang?
M: Di masa depan. *menatap jauh ke horizon* *nangis di pojokan*

Contoh kedua:

Interviewer (I): Temen-temen kamu udah nikah, kamu kapan nyusul?
Me (M): Jodoh itu udah ditetapin Allah, jadi soal kapan nyus-
I: Iya, tapi itu loh udah ada yang punya momong-
M: Temen-temen situ udah banyak yang mati, situ ga nyusul?
I: ...
M: Maafkan ucapan saya, saya akan segera merangkak kebawah batu dan 
menggencet diri saya sendiri.

Contoh kedua adalah contoh yang sangat sangat untuk tidak ditiru. Contoh ketiga:

Interviewer (I): Ini kakaknya ga mau dibikinin adek?
Me (M): Biar nunggu XX-tahun dulu.
I: Kasihan kalo jaraknya kejauhan, nanti berantem terus. Udah gitu-
M: Situ istrinya ga mau nambah lagi?
*dilirik tajam istri interviewer* 
M: Permisi, mau ganti popok anak dulu.

Contoh ketiga juga kurang baik ditiru, karena bisa menggoyahkan rumah tangga orang lain meskipun tanpa jadi orang ketiga.

Jadi, siapkah Anda mudik tahun ini?

P.S.
Mungkin ga sempet ucapin ini di hari-H Idul Fitri jadi mau sekarang saya dan Al Red mau ucapin,

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1438 H

Mohon maaf lahir dan batin.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s